14 August 2020 16:40 WIB

Komunitas Banyak Manfaatnya!

Pertama kali berkumpul di Kaskus. Terdapat nama Wisnu, Adi Cahyadi, Rangga, Slamet dan Sutarja Gozali yang segera membuka grup Facebook. Belum ada kesepakatan internal, apalagi struktur organisasi. Sebatas kumpul-kumpul biasa. Akhirnya pada 26 Maret 2011, diresmikanlah dengan anggota berjumlah 25 orang/mobil.

Sampai kini, sudah 232 mobil member dari 12 provinsi. Sedangkan di Facebook, mencapai 3.003 member per 28 Juni 2020. Menarik..., sebab Hyundai H-1 yang notabene mobil penumpang, oleh pemiliknya bisa dikumpulkan dalam H1 Family Indonesia (H1FI). Yang masih menjadi benang merah sejak awal adalah H1FI sepakat tidak ada aturan-aturan yang mengikat. Semuanya dilakukan dengan sukarela. Kegiatan khusus seperti kopi darat, touring, halal bihalal, bahkan kopdar colongan, pasti terjadi walapun tak ada jadwal resmi.

Siang itu, kami mengikuti H1FI berkumpul di Sentul. Semua membawa mobil dengan kebiasaannya masing-masing. Dari segala penjuru datang. Dari segala gaya datang. Dengan 3 warna cat hitam, putih dan silver. Mereka membawa anak-istrinya. Mereka juga membawa berita baik dan gembira.

Redaksi diterima oleh Vicky Adrian (44), sang ketua yang membesut Hyundai H-1 Classic 2013. Ia bilang, "Kami berkumpul tidak ada tempat khusus. Bebas sesuai kesepakatan. Biasanya weekend, berhubungan dengan family," ucap Vicky.

Saat touring, sama sekali tak ada aturan berkonvoi, "Karena jalan itu milik umum," ucap Vicky sang ketua. Pada saat berkumpul di titik kumpul, wajib menunggu peserta terakhir, sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya.

Eksistensi bagi semua yang bergabung mendapatkan benefit baik dari sisi value for money, kekeluargaan dan tukar menukar informasi. Jelas penekanannya, H1FI bukan komunitas dengan motif profit. Redaksi menyaksikan langsung keakraban itu nyata. Benar kata Vicky bahwa semua yang serba instan memang asyik, "Semua sama, enggak ada kelas, enggak ada kasta."

Bagi mereka, punya mobil Hyundai itu enak, diperhatikan. Apalagi kalau jadi member komunitas dan tercatat di Hyundai Indonesia. Iqbal Ramdahan (24) pengusaha ekspedisi pembawa H1 Elegance 2011 pernah bermasalah di vakum turbo. Loss power, nanjak cuma 10 km/jam. "Lewat registrasi member, saya dapat diskon 10-15%," cetus Iqbal.

Bagaimana soal komunikasi? Hendrawan (52) yang mengusung Hyundai H-1 Royale 2012 adalah Sekjen dari awal. Belum pernah diganti. Dan ia juga admin Facebook, pun admin di register grup. Hendrawan menjadi simpul penjaga hubungan semua anggota agar selalu bersama.

"Kami lebih aktif di grup Whatsapp. Bertukar pikiran, mencari solusi dari masalah, informasi mogok, semua banyak yang bantu. Bukan hanya 1-2 orang, bahkan 10 orang lebih terlibat memberi solusi," ungkap Hendrawan.

Bergabung dengan komunitas, memang banyak manfaatnya!

Mengapa Menggunakan Hyundai H-1?

Doddy Effendi (61) yang membawa Hyundai H-1 XG 2012, bercerita suatu waktu ia bersama 4 anaknya pergi ke showroom Hyundai di Pondok Indah. Daripada berebut bangku di mobil kecil, ia akhirnya belikan H-1 yang superlapang. Anaknya senang, bapaknya bisa gabung H1FI. Dengan ikut bergabung komunitas, "Saya mencari kawan sebanyak mungkin, agar bisa sharing."

Sedangkan Syafrizal (49), importir material bangunan yang mengendarai Hyundai H-1 XG 2012, menyebut mobilnya punya banyak manfaat. "Pertama, perawatan gampang. Dibandingkan low MPV sejuta umat, biaya servis rutin dan spare partsnya mirip. Padahal sama-sama di bengkel resmi. Kedua, tenaga dan torsi mobil ini luar biasa. Ketiga, spacenya luas sekali. Saya bisa ajak 4 anak, 1 istri dan bejibun oleh-oleh di bagasi," ungkap Syafrizal.

Bagi Donday (36) yang memakai H1 Royale Limited 2016, Hyundai H-1 merupakan mobil besar namun mempunyai radius putar kecil. Ini keunggulan yang sangat menguntungkan bagi pengemudi. Di luar itu adalah tentang visibility, walaupun besar tapi tidak menyulitkan memahami posisi dan titik kendara.

Kemampuan Mobil

Hyundai H-1 mampu diajak akselerasi. Keandalannya diakui semua member H1FI. Salah satunya Nouval Ilmy (33) yang membawa H1 Elegance 2010 diesel matik dan dijuluki sebagai Gadis Pelari (Gajah Diesel Pelari) karena doyan cepat, "Top speed saya over 190 km/jam." Padahal perawatan normal biasa, rutin dan disiplin.

Di H1FI rata-rata menggunakan mesin diesel. Iqbal Ramadhan mengaku ia mengejar mobil gede tapi diesel. "Tenaganya gede tapi irit. 1 liter 9-10 km di dalkot untuk mobil sebesar itu," ujar Iqbal. Lanjutnya, "H-1 itu stabil, enggak limbung. Penggeraknya roda belakang, maka nanjaknya enak."

Sedangkan Donday memilih mesin bensin. "Torsi diesel lebih besar kebantu turbo kecil, maka saya ngimbanginnya dengan Pertamax Turbo," kata warga Sentul ini. Ia memberikan tips personal. Selain mengganti oli mesin rutin setiap 4.000 km, Donday menghapalkan titik SPBU yang bensinnya bermutu baik.

Modifikasi

Salah satu yang menarik perhatian adalah Hyundai H-1 Royale 2012 milik Subhan Hadi Susilo (44). Mobilnya dipakai buat kemping (family camper van). Ia tinggal di Tangerang, kantornya di Majalengka. Sabtu-Minggunya wajib kemping. Subhan memasang roof rack untuk posisi angle of view (pemandangan alam), sekaligus menaruh tenda dan tidur. Di dalam kabin, ada seat bed sebagai tempat duduk yang multifungsi untuk tidur. Di buritan, terdapat anhang yang bisa menggendong motor atau 2 unit sepeda. Jangan heran, ia bersama keluarga sudah singgah ke Pacitan (Jawa Timur) melalui rute Majalengka-Ungaran-Salatiga-Merbabu-Boyolali-Jogja-Solo-Pantai Pacitan.

 

Share